Dimanakah tempat jual beli online murah, aman dan meyenangkan di Indonesia ?- Sahabat dalam postingan kali ini saya akan memberikan informasi yang telah juga di sampaikan dalam postingan blog WiwidSEO.Com yang mengulas tentang tempat jual beli online murah, aman, dan menyenangkan di Indonesia? Nah
bagi bagi anda yang sering melakukan aktivitas jual beli secara online
tentu sering melontarkan pertanyaan semacam pertanyaan di atas. Pembaca
yang budiman, sebelum saya langsung menjawab pertanyaan di atas saya
akan mengupas sedikit mengapa orang masa kini lebih menyukai cara
belanja online ketimbang cara belanja konvensional yang harus langsung
mengunjungi toko yang bersangkutan.
Saat ini sejalan dengan perkembangan teknologi
internet dewasa dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan menjadi sebuah
solusi yang tepat bagi mereka yang ingin berbelanja tanpa harus keluar
rumah. Di kota-kota besar kebutuhan akan keberadaan toko-toko online
menjadi sangat penting karena dengan adanya keberadaan toko-toko online
tersebut dapat mengurangi tersitanya waktu bagi mereka yang sibuk
sehingga tanpa mereka harus mendatangi tokonya langsung pun mereka dapat
membeli produk sesuai keinginan.
Dalam postingan ini saya merekomendasikan bagi anda yang mencari
tempat jual beli online termurah di indonesia. Kini telah hadir Ekiosku.com jual beli online aman menyenangkan dengan
koleksi barang terlengkap dijamin aman bertransaksi. Bagi anda yang
berminat menjual produk anda sendiri disini anda juga bisa membuka lapak
sendiri dengan cara membuka kios online dijamin cepat laku karena kios
anda akan banyak dilihat dan dilirik oleh ribuan orang di
seluruhIndonesia dan so pasti anda akan kewalahan menerima orderan
pemesanan produk anda.
Sebagai rekomendasi juga selain situs di atas anda juga dapat membeli
berbagai kebutuhan produk anda di beberapa toko online termurah yang
cukup terpercaya seperti misalkan di Lazarda, Rakutan ataupun di Bajumurmer.com yang
merupakan juga toko online yang menyediakan tempat jual beli murah di
Indonesia. Jadi tunggu apa lagi silahkan bagi anda yang tidak punya
waktu banyak untuk berbelanja langsung ke mall atau pusat-pusat
perbelanjaan konvensional, anda bisa langsung mengunjungi situs beberapa
toko online yang saya sebutkan di atas dan untuk berbelanja online anda
hanya membutuhkan waktu sekitar tidak lebih hanya 10 menit sampai 15
menit saja lho.
Jumat, 30 November 2012
Jumat, 16 November 2012
[Cerpen] Kesedihan dan Harapan
Ada seorang perempuan mungil sedang berjalan menelusuri sepanjang jalan berdebu. Ia kelihatan tua, tapi raut wajahnya selalu tersenyum, memancarkan cahaya terang bagaikan seorang gadis periang.
Perempuan tua itu kelihatan kurus kerempeng, yang kemudian tiba-tiba berhenti melangkah di suatu tempat tak berpenghuni, ia menunduk ke bawah, dan menatap ke arah bentuk menyerupai sosok tubuh, yang sedang duduk berjongkok, bungkuk merunduk terbungkus debu. Ia tak bisa mengenali lagi raut wajahnya. Ini mengingatkan dirinya pada kain sutra abu-abu menyelimuti tubuh manusia. Perempuan mungil dan kecil itu lalu menghampiri serta menyapanya dengan suara lembut, “Siapakah anda?”
Pancaran mata menatap hampa itu seperti tak bernyawa, dan tampak lelah, “Aku? Kesedihan.” Bisiknya terbata-bata, suaranya lembut berirama sendu hampir tak terdengar.
“Oh, kesedihan,” Jawab perempuan mungil itu dengan rasa penuh bahagia, seakan-akan mendengar ucapan dari seorang teman akrab yang telah dikenal lama.
“Anda kenal saya?” Tanyanya curiga.
“Tentu saja aku tahu kau siapa, bukankah kau telah membimbing sebagian jalan hidupku?
“Ya, tapi..” Kesedihan agak tergagap, “Mengapa kau tak tinggalkan saja aku sendiri disini?”
“Mengapa aku harus meninggalkanmu, sayangku? Bukankah kau telah mengetahuinya, bagaimana nasib hidup setiap pengungsi yang diasingkan? Sebenarnya aku ingin bertanya ke kau, mengapa kau tampaknya begitu putus asa?” Tanya perempuan tua itu dengan penuh perhatian, lalu ditatapnya mata kesedihan. Wajah yang dulu teduh dan tenang itu kini berurai air mata kesedihan.
“Aku … Aku sedih,” jawab sosok berselimut abu itu, suaranya bergetar menahan pedihnya Kesedihan.
Perempuan tua itu lalu duduk di sampingnya, “Kau kelihatan begitu sedih,” katanya sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya dengan penuh perhatian dan pengertian, “Ceritakanlah apa yang membuat kau begitu mendalam sedihnya.”
“Oh, kesedihan,” Jawab perempuan mungil itu dengan rasa penuh bahagia, seakan-akan mendengar ucapan dari seorang teman akrab yang telah dikenal lama.
“Anda kenal saya?” Tanyanya curiga.
“Tentu saja aku tahu kau siapa, bukankah kau telah membimbing sebagian jalan hidupku?
“Ya, tapi..” Kesedihan agak tergagap, “Mengapa kau tak tinggalkan saja aku sendiri disini?”
“Mengapa aku harus meninggalkanmu, sayangku? Bukankah kau telah mengetahuinya, bagaimana nasib hidup setiap pengungsi yang diasingkan? Sebenarnya aku ingin bertanya ke kau, mengapa kau tampaknya begitu putus asa?” Tanya perempuan tua itu dengan penuh perhatian, lalu ditatapnya mata kesedihan. Wajah yang dulu teduh dan tenang itu kini berurai air mata kesedihan.
“Aku … Aku sedih,” jawab sosok berselimut abu itu, suaranya bergetar menahan pedihnya Kesedihan.
Perempuan tua itu lalu duduk di sampingnya, “Kau kelihatan begitu sedih,” katanya sambil mengangguk-nganggukkan kepalanya dengan penuh perhatian dan pengertian, “Ceritakanlah apa yang membuat kau begitu mendalam sedihnya.”
Kesedihan menghela napas dalam-dalam. Terbersit dibenaknya, apakah kali ini memang ada orang yang benar-benar ingin mendengarkan kisah keinginannya? begitu seringnya orang yang ditemuinya menjadi harapan keinginan dirinya.
“Oh, kau tahu itu,..” ia mulai hati-hati bercerita, “tak ada seorangpun yang menginginkanku. Ini sudah suratan hidupku, hanya sejenak hadir diantara orang-orang yang ingin denganku. jika aku datang menghampirinya, mereka itu seketika merasa takut, serta menghindarinya seperti aku ini wabah penyakit menular… “.
“Oh, kau tahu itu,..” ia mulai hati-hati bercerita, “tak ada seorangpun yang menginginkanku. Ini sudah suratan hidupku, hanya sejenak hadir diantara orang-orang yang ingin denganku. jika aku datang menghampirinya, mereka itu seketika merasa takut, serta menghindarinya seperti aku ini wabah penyakit menular… “.
Kesedihan itu menelan air ludahnya, kemudian meneruskan tuturkatanya: “Mereka itu telah menciptakan kata-kata, yang di ucapkan untuk orang-orang yang ingin mereka asingkan, katanya: “Ah, hidup ini adalah sebuah pesta besar”, dan dengan kepalsuan tawa riangnya, menyebabkan perut mereka jadi kejang-kejang atau menderita gangguan pernapasan, katanya, “kekesalan membuat situasi semakin parah”
Namun kenyataannya mereka diserang sakit jantung, lalu katanya “Anda harus tetap bersama-sama”, tetapi malah di bahu dan punggung mereka terasa semakin sakit dan nyeri, kemudian katanya lagi, “Ah..mengeluh dan menangis hanya orang yang lemah, akhirnya mereka harus menahan air mata, yang membuat kepala mereka merasa hampir meledak karena terjangkit penyakit migraine akut. Atau mereka malah di bikin mati rasa, menjadi pecandu alkohol atau obat-obatan, sehingga mereka tidak lagi merasakan aku.”
“Oh ya, orang-orang ini memang sering kutemui” Jawab perempuan tua itu dengan penuh keyakinan akan penjelasan Kesedihan.
Gejolak perasaan Kesedihan seperti semakin tenggelam dalam ketidak berdayaanya,
“Padahal aku ini hanya ingin membantu orang lain. Bila aku sangat dekat dengannya, maka mereka itu bertemu dalam membangun rumah dirinya, dengan begitu mereka mampu menyembuhkan luka-lukanya sendiri. Sedih memiliki kulit sangat tipis, dan luka itu rasanya pedih serta menyakitkan. Penderitaan akan berlangsung lama, bila penyembuhan luka parahnya tidak ditangani sampai tuntas,”
Gejolak perasaan Kesedihan seperti semakin tenggelam dalam ketidak berdayaanya,
“Padahal aku ini hanya ingin membantu orang lain. Bila aku sangat dekat dengannya, maka mereka itu bertemu dalam membangun rumah dirinya, dengan begitu mereka mampu menyembuhkan luka-lukanya sendiri. Sedih memiliki kulit sangat tipis, dan luka itu rasanya pedih serta menyakitkan. Penderitaan akan berlangsung lama, bila penyembuhan luka parahnya tidak ditangani sampai tuntas,”
Sejenak Kesedihan memandang Perempuan Tua itu, dan menatapnya sedih dengan penuh kekecewaan,
“Ugh..padahal siapa yang mau kubantu, yang tidak menangis akan menjadi nangis sampai mengeluarkan airmata, dengan begitu lukanya benar-benar bisa sembuh. Tapi bagi orang-orang yang tidak ingin kubantu, sebaliknya, malah mentertawakanku dengan bekas luka mereka yang masih memberkas, atau bahkan mereka penjarakan aku dengan lapisan baju besi masa lalunya, penuh dengan penderitaan sangat pahit rasanya…” Kesedihan tiba-tiba terdiam.
“Ugh..padahal siapa yang mau kubantu, yang tidak menangis akan menjadi nangis sampai mengeluarkan airmata, dengan begitu lukanya benar-benar bisa sembuh. Tapi bagi orang-orang yang tidak ingin kubantu, sebaliknya, malah mentertawakanku dengan bekas luka mereka yang masih memberkas, atau bahkan mereka penjarakan aku dengan lapisan baju besi masa lalunya, penuh dengan penderitaan sangat pahit rasanya…” Kesedihan tiba-tiba terdiam.
Suasana terasa menjadi hening dan mencekam, tak lama kemudian terdengar suara isak tangis Kesedihan. Menangis memang awalnya lemah, namun bisa menguat sampai akhirnya putus asa. Perempuan tua itu lantas mendekatkan tubuh sosok Kesedihan, dirangkulnya dalam pelukannya, lalu dihiburnya Kesedihan dengan kelembutan belaian sentuhannya, serasa dalam jiwa getaran keinginan dari tumpuhan harapannya.
“Menangislah, sedih,” bisiknya penuh kasih sayang. “Ketenangan akan memberimu kekuatan baru, mulai saát ini kau tak akan sendirian. Aku akan memandumu sampai putus asamu tidak lagi berkuasa dalam dirimu.”
Kesedihan tiba-tiba berhenti menangis. Ia duduk dan memandang teman barunya dengan heran, “Tapi ….. tapi .. siapakah kau?”
“Aku?” Tanyanya kembali pada Kesedihan, tiba tiba rambut Perempuan mungil dan tua itu kelihatan semakin memutih, yang kemudian ia tersenyum cerah bagaikan gadis muda yang periang, lalu jawabnya ceria “Aku, adalah Harapan.”
“Menangislah, sedih,” bisiknya penuh kasih sayang. “Ketenangan akan memberimu kekuatan baru, mulai saát ini kau tak akan sendirian. Aku akan memandumu sampai putus asamu tidak lagi berkuasa dalam dirimu.”
Kesedihan tiba-tiba berhenti menangis. Ia duduk dan memandang teman barunya dengan heran, “Tapi ….. tapi .. siapakah kau?”
“Aku?” Tanyanya kembali pada Kesedihan, tiba tiba rambut Perempuan mungil dan tua itu kelihatan semakin memutih, yang kemudian ia tersenyum cerah bagaikan gadis muda yang periang, lalu jawabnya ceria “Aku, adalah Harapan.”
GURU
Guru tak pernah terfikir olehku
Bahwa engkau datang dengan tekad untuk mencerdaskan anak bangsa
setiap hari engkau masuk ke kelaku
Engkau selalu nembawa hal-hal baru dalam hidupku
Penuh kesungguhan namun tak hilangkan canda
Bru aku sadari...
Bahwa kesalahanku sungguhlah tidak terpuji
Terkadang diriku yang membangkang
Menghiraukan apa yang di ajarkan olehmu
Betapa bodohnya diriku
Yang tidak menghargai semua perjuanganmu
Engkau selalu memberiku semangat
dan mendorongku disaat aku tak dapat melangkah maju
Kini hiduku sudah sedikit berubah
Aku selali ingin mencoba tanpa keluh-kesah
Aku harap aku dapat terus berkembang seperti apa yang aku harapkan sebelumnya
Engkau akan selalu tertanam dalam hatiku
Mungkin aku bukan merid terbaik untukmu
Tapi aku akan berusaha menjadi yg terbaik bagimu
Sebagai balas jasamu yang tak akan pernah terganti...
DUNIA
Dunia tak seindah syurga
Kesenangan tak ada yang abadi
Terkadang semu....
Bayangkanlah.!!!
Ketika kesenangan terbeli oleh materi
Ketika kasih sayang hanya terpaut pada fisik
Dan tersanjung oleh permainan kata-kata
Semua akan terasa biasa saja
Tak pantas kita berbangga hati
Bahkan desak kagumpun terlalu mahal
Untuk dunia yang tak kekal ini...
Indahnya Pantasi Cinta
Riuh... ramai... gaduh... dan penuh kegembiraanTaman hati berwarna warni
Panggung rumah paru-paru berdiri kokoh
Kolam cinta mengalir indah keawan kasih
Badan terasa sejuk...
Segar tak terkirakan
Rumput selaput nadi bergoyang lembut
Di tiup angin cinta sejati
Burung camar jantung menukik pelan
Hinggap di pohon tulang iga putih
Matanya melihat kearah taman hati
Pandangannya terpesona oleh pemandangan cantik
Bidadari cinta dan pangeran kasih sayang
Bersenda gurau diangan yang tinggi
Hati pun gembira...
Jiwa pun lega...
Ya Allah...
Abadikan keadaan ini
Agar menjadi pedoman
Bagi hati yang saling menyatu
Mentari sanubari tersenyum riang
Alam jiwa bergembira ria
Serentak...
Jiwa-jiwa riang berdansa di sekitar taman hati
Oooh...
Indahnya fantasi cinta
PUISI
Hanya Untuk Ibu
Ibu sosok yang begitu tergar dibalik tangisnya
Ibu sosok yang lembut dibalik amarahnya
Ibu yang tak pernah mengharapkan lebih
Ketika anaknya m,ampu meraih hidup yang tak pernah menyesal
Ketika anaknya mampu memberikan yang terbaik kepadanya
Maafkan aku ibu...
Aku menyayangimu..
Walau aku tidak bisa mengungkapkannya padamu
Ibu,,,,
Senyummu adalah kebahagiaanku
Tawamu adalah kebahagiaan hidup bagiku
Tangismu adalah sakit bagi hatiku
Ibu,,,
Kali ini aku berjanji
Aku berjanji akan membuatmu menangis
Tapi menangis karena bangga dan bahagia
Ketika aku mampu membahagiakanmu,,
Sabtu, 03 November 2012
CERPEN
Semut Dengan Gajah
Ada satu ceritra pada zaman Nabi Sulaiman, ceritra serombogan semut membawa sarangnya di pinggir hutan. Sarang semut itu setiap pagi dan sore diinjak-injak oleh gajah yang lewat di tempat itu. Semut melarang gajah menginjak sarangnya, tapi gajah tidak mau mendengarnya. Sehingga semut kehilangan kesabaran,lalu minta izin kepada Nabi Sulaiman untuk melawan gajah berperang,karena si gajah itu saja yang merusak sarangnya dan menginjak-injak anak-cucunya.
Nabi Sulaiman tidak mengijinkan semut melawan gajah berperang, tapi dari pihak semut yang sangat kecewa,setiap hari menghadap Nabi Sulaiman, supaya mendapat perkenannya. Akhirnya semut mendapatkan izin.
Sesudah itu dari pihak semut lalu mengerahkan semua warganya, sehingga terkumpul sebanyak satu gunung yang tinggi.
Semut membuat tantangan kepada gajah, supaya keluar berperang. Mendengar tantangan pihak semut, lalu gajah keluar tapi hanya seekor, karena menganggap enteng pada tantangan semut yang begitu kecil.
Gajah itupun berlari ketengah semut dan menginjakkan kakinya ke tengah semut yang banyak. Dari pihak semut lalu mengerumuni gajah itu, ada yang masuk di dalam telinha, hidung, dan lubang pantatnya, sehingga tidak memakan waktu lama gajah itupun tak bisa berkutik dan mati.
Semut mengeluarkan suara lantang lagi untuk menantang gajah. Dengan cara yang sama, semut mengerumuni semua gajah dan masuk ke dalam lubang-lubang tubuhnya.Akhirnya semua gajah itu tidak berdaya dan mati.
Untuk tantangan yang ke tiga kalinya semut menantang gajah kembali,namun tidak ada seekor gajahpun yang berani keluar, karena gajah yang keluar langsung lenyap hilang tak ada yang kembali. Semua semut lalu berpesta-pora dengan daging gajah. Mereka tidak perlu lagi mencari makan di tempat yang jauh.
Mulai dari saat itu gajah tidak berani lagi menginjak-injak sarang semut.
Langganan:
Postingan (Atom)